4 Mitos yang Ada di Seputar Wanita Karier

Posted on

theakuntan.com – Salah satu hal yang menjadi penghalang bagi perempuan untuk bekerja adalah mitos-mitos wanita karier yang ada.

Meski pemberdayaan perempuan dalam lingkungan kerja mulai ditegakkan, sayangnya, mitos dan stereotip ini masih terus ada.

Mitos dan stereotip ini tentu bisa memengaruhi jalan dan perkembangan karier seorang perempuan. Apa saja mitos-mitos itu? Kenapa mitos dan stereotip itu kurang tepat? Glints sudah mengumpulkan informasinya untukmu.

1. Tidak bisa jadi pemimpin

© Freepik

Mitos wanita karier pertama adalah, perempuan tidak memiliki kualifikasi yang cukup untuk menjadi pemimpin. Hal ini tentu kurang tepat.

Hal ini diungkapkan oleh Sally Helgesen, seorang dosen dan konsultan isu pekerjaan dan kepemimpinan kepada Monster.

Mitos ini muncul karena perempuan dianggap kurang tegas. Padahal, gaya kepemimpinan yang biasa dilakukan oleh kebanyakan perempuan adalah cenderung demokratis dan memilih untuk menciptakan kesepakatan bersama-sama.

Perbedaan ini muncul karena adanya “tuntutan budaya” untuk perempuan yang berbeda dengan laki-laki.

Variasi gaya kepemimpinan ini tentu bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Yang jelas, hanya karena seseorang adalah perempuan, maka tidak berarti ia pemimpin yang buruk, begitu juga sebaliknya.

Helgesen juga mengungkapkan, apabila pola hidup dan budaya untuk perempuan dan laki-laki semakin setara atau mirip, maka gaya kepemimpinan keduanya akan semakin mirip.

2. Harus seperti laki-laki

© Pexels

Mitos wanita karier selanjutnya yaitu perempuan harus seperti laki-laki apabila ingin sukses.

Isu ini dikritik oleh Barbara Annis dan Keith Merron, penulis buku Gender Intelligence, melalui Entrepreneur.com.

Menurut Annis dan Merron, hal ini abai dengan fakta bahwa perempuan memiliki pola pikir dan cara yang berbeda saat menyelesaikan dan memutuskan masalah. Namun, pada kenyataannya, inilah yang sering kali terjadi.

Studi yang mereka lakukan menunjukkan, kesempatan lebih banyak untuk perempuan menjadi pemimpin bukan berarti memberdayakan mereka.

Sering kali, mereka dituntut untuk menjadi “lebih laki-laki” saat memiliki posisi yang tinggi.

Dapat disimpulkan, kesetaraan gender di tempat kerja tak hanya soal menambah jumlah pekerja perempuan, tetapi juga soal menerima keragaman pola kerja laki-laki dan perempuan.

3. Pelecehan seksual terjadi karena perempuan

© Freepik

Mitos selanjutnya berkaitan dengan pelecehan seksual dengan korban perempuan.

Perempuan sering kali disalahkan dalam kasus pelecehan seksual yang menimpanya. Hal ini ternyata memengaruhi karier perempuan.

Dilansir dari World Economic Forum, mitos seputar wanita karier ini akan membuat perempuan merasa tidak nyaman dalam bekerja, dan memilih untuk melepas kehidupan kariernya.

Penelitian yang dilakukan oleh Heather McLaughlin dan timnya juga menunjukkan hal yang serupa.

Beberapa korban pelecehan seksual di tempat kerja mungkin melaporkan kejadian ini. Namun, banyak yang memilih untuk meninggalkan pekerjaannya.

Pelecehan seksual yang dialami perempuan akan membuat perempuan mengalami kesulitan finansial, melakukan perpindahan pekerjaan dengan cepat, dan pada akhirnya, memengaruhi perkembangan karier perempuan.

4. Memilih keluarga berarti menelantarkan pekerjaan

© Freepik

Mitos seputar wanita karier selanjutnya adalah, pilihan hitam-putih antara karier atau keluarga. Perempuan dianggap hanya boleh memilih salah satu, dan menelantarkan hal lainnya ketika sudah memilih.

Padahal, tentu ada jalan tengah agar perempuan bisa memiliki keduanya. Mencapai hal ini membutuhkan kerja sama dan dukungan dari lingkungan, keluarga, dan tempat kerja perempuan itu sendiri.

Dikutip dari The Guardian, untuk mendukung perempuan agar lebih mudah dalam menyeimbangkan kehidupan karier dan keluarga, kita bisa menciptakan lingkungan dan kebijakan yang lebih baik.

Hal ini bisa dimulai dari pelatihan, memperhatikan hak-hak pekerja perempuan, hingga mungkinnya melakukan pekerjaan dengan lebih fleksibel, seperti opsi untuk bekerja di rumah.

Itu dia empat mitos soal wanita karier. Tentu masih ada banyak mitos-mitos lainnya.

Kalau kamu ingin berdiskusi seputar hal ini bersama wanita karier lainnya, atau ingin berdiskusi tentang hal lainnya seputar pengembangan karier, kamu bisa bergabung dengan komunitas Glints.

Komunitas Glints adalah tempat tanya-jawab seputar karier dengan sesama profesional. Daftar sekarang, yuk! Gratis, lho!

Sumber

    Stop Fixing Women to Act Like Men

    These myths are holding women back in the workplace

    The Economic and Career Effects of Sexual Harassment on Working Women

    Why do women still have to choose between careers and families?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *