Guyonan Akuntan

Ada seorang bos yang menjadi direktur mau rekrut akuntan, berikut hasil wawancaranya:
Direktur: “Berapa 2 ditambah 2?”
Akuntan X : “Ya 4 lah pak”
Direktur: “Wah, anda nggak cocok jadi akuntan saya”

Datang lagi seorang akuntan Y terus ditanya lagi:
Direktur: Berapa 2 ditambah 2?”
Auditor Y: “Bapak pengen berapa?”
Direktur:“Nah… ini dia akuntan saya!!!”

Guyonan tersebut di atas sering ditujukan kepada prakek akuntan. Tapi apakah guyonan tersebut dekat dengan kenyataan sebenarnya?
Pengalaman pribadi dalam praktek akuntan memang sering ditemui hal-hal kayak tadi. “Self-serving bias” katanya. Jadi seseorang akan selalu melayani karena ada hubungan yang ‘dekat’. Dekat bisa karena teman, saudara atau yang kayak profesi akuntan (”fee”?). Kadang dengan teman dekatpun kita sangat toleran dalam beberapa hal. Tapi untuk profesi akuntan harusnya bagaimana? Klien yang memberikan fee atas pekerjaan akuntan (meskipun dilewati lewat tender atau apapun namanya) apakah dengan demikian terus ‘melayani’ klien?

If you like, lets share this yah.. :
  • Digg
  • del.icio.us
  • Blogosphere News
  • Facebook
  • Google
  • Live
  • NewsVine
  • Slashdot
  • Socialogs
  • TailRank
  • Technorati
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogsvine
  • Blue Dot
  • Bumpzee
  • eKudos
  • Taggly
  • Webnews.de

Posted by Sasongko Budi, Category:Its Accounting!, Keywords:, , Date:08.14.07 / 6pm