<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Auditing dan Komputer</title>
	<atom:link href="http://theakuntan.com/auditing/audit-dan-komputer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://theakuntan.com/auditing/audit-dan-komputer/</link>
	<description>The Brain is wider than The Sky</description>
	<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 18:48:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: Sasongko Budi</title>
		<link>http://theakuntan.com/auditing/audit-dan-komputer/#comment-86</link>
		<dc:creator>Sasongko Budi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 01:01:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.theakuntan.com/uncategorized/audit-dan-komputer/2007/09/14/#comment-86</guid>
		<description>Saya setuju sekali dengan mas Sanif. Saya cuman bermaksud memberikan islustrasi, bahwa resiko bawaan (inherent risk) dalam computer-based IS lebih tinggi dari pada yng manual. Contoh sederhananya begini, kalo orang mau mencuri data dalam sistem manual, mungkin dia akan mengobrak-abrik tempat penyimpanan data dalam ordner yang ada di banyak lemari dan banyak tempat. Tetapi dalam suatu sistem database yang terpusat yang computerized, jika orang sudah bisa mendapatkan akses ilegal masuk ke dalam sistem, maka semua data bisa dicuri, bahkan tanpa masuk ke dalam gedung fisik penyimpanan data :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju sekali dengan mas Sanif. Saya cuman bermaksud memberikan islustrasi, bahwa resiko bawaan (inherent risk) dalam computer-based IS lebih tinggi dari pada yng manual. Contoh sederhananya begini, kalo orang mau mencuri data dalam sistem manual, mungkin dia akan mengobrak-abrik tempat penyimpanan data dalam ordner yang ada di banyak lemari dan banyak tempat. Tetapi dalam suatu sistem database yang terpusat yang computerized, jika orang sudah bisa mendapatkan akses ilegal masuk ke dalam sistem, maka semua data bisa dicuri, bahkan tanpa masuk ke dalam gedung fisik penyimpanan data <img src='http://theakuntan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Haris Klana Sanif</title>
		<link>http://theakuntan.com/auditing/audit-dan-komputer/#comment-87</link>
		<dc:creator>Haris Klana Sanif</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 02:39:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.theakuntan.com/uncategorized/audit-dan-komputer/2007/09/14/#comment-87</guid>
		<description>Dalam pernyataan Mas Sasongko Budi seperti yg tertulis dibawah ini.

Teknologi database ternyata telah meningkatkan resiko manipulasi data dan pencurian nilai informasi itu bagi seseorang yang tidak berwenang.

menurut saya "Dengan Teknologi Database semakin baik akan mengurangi manipulasi data terhadap user yang tidak berhak" Dengan Teknologi Database Apapun intinya bagaimana kita membatasi informasi yang dapat dikonsumsi oleh user sesuai dengan otoritasnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam pernyataan Mas Sasongko Budi seperti yg tertulis dibawah ini.</p>
<p>Teknologi database ternyata telah meningkatkan resiko manipulasi data dan pencurian nilai informasi itu bagi seseorang yang tidak berwenang.</p>
<p>menurut saya &#8220;Dengan Teknologi Database semakin baik akan mengurangi manipulasi data terhadap user yang tidak berhak&#8221; Dengan Teknologi Database Apapun intinya bagaimana kita membatasi informasi yang dapat dikonsumsi oleh user sesuai dengan otoritasnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
